Home Media Evolusi Media: Sarana Komunikasi Massa dari Zaman Batu hingga Era Digital

Evolusi Media: Sarana Komunikasi Massa dari Zaman Batu hingga Era Digital

229

Timeline of the Evolution of Mass Media. Evolusi media komunikasi massa dari zaman batu hingga era digital.

evolusi media komunikasi

Sejak zaman purbakala, manusia membutuhkan media atau saluran untuk menyampaikan pesan kepada orang banyak. Media pun berevolusi seiring penemuan baru atau perkembangan teknologi komunikasi dan informasi.

Evolusi media massa merupakan perjalanan panjang. Ia ditandai dengan tonggak-tonggak perjalanan yang masih terus berlanjut.

Evolusi media massa terjadi karena adanya kebutuhan untuk menyampaikan pesan secara luas. Di zaman ultra-modern, batas antara kebutuhan dan kemewahan makin kabur, tetapi media massa terus berkembang.

Media massa dan evolusinya muncul sebagai salah satu kebutuhan umat manusia yang paling mendesak untuk tetap mendapat informasi dan terhubung dengan cara yang berada di luar kemampuan indera fisik manusiawi.

Bentuk informasi paling awal untuk massa ditorehkan di atas batu, gua, dan pilar atau dinding, selalu diperlukan untuk menyampaikan informasi penting dari generasi ke generasi, bersamaan dengan menyebarkannya ke massa atau publik.

Media komunikasi massa modern berkembang dengan mesin cetak dan tidak berhenti sejak saat itu. Jika dimulai dari era mesin cetak, media dapat diklasifikasikan secara luas menjadi empat zaman: era media cetak (surat kabar, majalah), penyiaran (radio, televisi), dan era internet atau era media digital dengan kemunculan media baru (new media).

Dalam artikel ini, kita akan melihat urutan kronologis evolusi media massa sepanjang zaman, dari zaman batu hingga era digital atau era internet dan masa depan.

Zaman Batu

Zaman Batu adalah zaman ketika manusia membuat alat-alat kebudayaan dari batu di samping kayu dan tulang. Pada zaman ini muncul tulisan hieroglif yaitu penemuan dari peradaban Mesir kuno.

Mengutip Entertainism, media massa mulai berkembang sejak 3300 SM (Sebelum Masehi), ketika orang Mesir menyempurnakan hieroglif. Sistem penulisan ini didasarkan pada simbol.

Kemudian pada tahun 1500 SM, orang Semit merancang huruf dengan konsonan. Itu sekitar 800 SM bahwa vokal diperkenalkan ke dalam alfabet oleh orang Yunani.

Acta Diurna

Sejarah media –juga jurnalistik– selalu menyebutkan Acta Diurna. Dari sini pula munculnya istilah jurnalistik –dari Diurnalis, Du Jour (Prancis), Journal, Journalisme (Inggris) dan Jurnalistiek (Belanda).

Acta Diuma yang terbit pada 59 Sebelum Masehi di Roma ini tercatat sebagai media massa pertama di dunia.

Surat kabar yang terbit pada zaman Julius Caesar ini ditulis di atas batu atau logam yang berisikan kebijakan, pengumuman, dan informasi penting lain dari Kaisar pada masa itu.

Bara Juga:  Pengertian Media dan Jenis-Jenisnya

Koran/Surat Kabar

Penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg pada 1440 M merupakan cikal-bakal lahirnya media massa cetak berupa surat kabar atau koran.

Johannes Gutenberg awalnya mencetak Alkitab. Evolusi media pun terjadi dengan lahirnya surat kabar pertama di duna yang menurut Oldest terbit pada awal abad ke-17, tepatnya tahun 1605 Masehi.

Koran pertama di dunia ini bernama Relation aller Furnemmen und gedenckwurdigen Historien (Collection of all distinguished and commemorable news) atau biasa disingkat menjadi Relation atau The Relation.

Dicetak dalam bahasa Latin, tempat terbitnya adalah Jerman. Relation pertama kali dirilis Johan Carolus tahun 1605 di Strasbourg, Alsace, Prancis.

Masih di Jerman, pada tahun 1609, Avisa Relation oder Zeitung atau The Avisa menjadi koran periodik pertama yang diterbitkan di dunia. Dalam edisi pertamanya, The Avisa memuat berbagai berita lokal dan internasional. Penerbitnya adalah Lucas Schulte.

Tahun 1618, koran dengan ukuran halaman kertas yang lebih besar (seukuran kertas folio) pertama di dunia, terbit di Belanda. Koran itu bernama The Courante.

Nama koran tersebut dalam Bahasa Inggris adalah “Current Events From Italy, Germany, etc,” yang mencakup berbagai berita dari Venisia, Cologne, dan Praha.

Seiring dengan adanya revolusi industri pertama pada tahun 1700-an, media massa cetak yang awalnya hanya ditulis tangan dan terbatas hanya sekitar 100 eksemplar sekali terbit, pada era ini, muncullah percetakan yang mampu menghasilkan berkali-kali lipat dari jumlah awal.

Selama masa revolusi industri atau Industrial Age (1700 to 1930) pula berbagai penemuan teknologi komunikasi terjadi:

  • 1774: Penemuan Telegraf Listrik oleh George Louis Lesage
  • 1829: Penemuan Mesin Ketik oleh W.S. Burt
  • 1876: Penemuan Telepon oleh Alexander Graham Bell
  • 1877: Penemuan fonograf oleh Thomas Alva Edison

Majalah

Setelah kelahiran surat kabar, muncul pula format lain dari media massa cetak, yakni majalah (magazine).

Tidak hanya terbatas pada berita-berita, majalah hadir sebagai pelengkap dari surat kabar dengan isi yang lebih ringan dan tidak monoton.

The Gentleman’s Magazine adalah majalah pertama di dunia yang terbit di London tahun 1731. Gentleman’s Magazine ini berisikan berbagai topik, mulai dari sastra, fiksi, humor, essai politik, musik, biografi tokoh, hingga kritisisme.

Mengutip data Gramedia, Encyclopedia Americana menyebutkan bahwa majalah sudah terbit sejak tahun 1665 di Prancis, dengan nama Le Journal de Savants.

Majalah ini mempunyai bentuk berupa sisipan di sebuah surat kabar. Majalah periodik ini berisikan berita-berita penting, terutama dari berbagai buku dan penulis, mulai dari adanya komentar seni, filsafat, hingga Iptek.

Bara Juga:  Teori Agenda Setting, Pengaturan Agenda Media

Kemudian, pada sekitar tahun 1709 hingga 1711, terbitlah majalah bertajuk Tatler, kemudian disusul dengan terbitnya majalah bertajuk The Spectator pada tahun selanjutnya, yaitu 1711-1712.

Kemudian, pada tahun 1741, di daerah Philadelphia, terbitlah majalah Amerika pertama, yakni American Magazine. Majalah ini dimiliki oleh William Bradford. Tidak hanya itu, ada juga majalah bertajuk General Magazine and Historical Chronicle yang dimiliki oleh Ben Franklin.

Di Indonesia, majalah pertama terbit tahun 1853 bernama Tijdschrift voor Indische Taal- Land En Volkenkunde (disingkat TGB) yang diterbitkan oleh Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Ikatan Kesenian dan Ilmu Batavia) pada masa penjajahan Belanda.

Radio

Setelah media cetak, muncul media massa elektronik atau media penyiaran radio tahun 1894 oleh Guglielmo Marconi.

Insinyur listrik Italia ini terkenal setelah mengembangkan suatu sistem telegrafi tanpa kabel yang dikenal sebagai “radio”.

Menurut laman KPI, radio juga lahir berkat berkat seorang ahli teori ilmu alam, James Maxwell, yang berhasil menemukan rumus yang diduga dapat mewujudkan gelombang elektromagnetis, yaitu gelombang yang digunakan untuk kgelombang radio dan televisi (1865).

Menurut Asep Syamsul M. Romli dalam buku Broadcast Journalism (Nuansa, 2002), ada sejumlah nama yang terlibat dalam kelahiran radio. Mereka adalah:

  • James C. Maxwell yang menemukan teori gelombang elektromagnetik –pengantar sinyal radio.
  • Hendric Hert yang membuktikan teori elektromagnetik itu benar-benar ada.
  • Gaglieso Marconi yang menemukan metode transmisi suara tanpa bantuan kabel
  • Nikola Tesla yang bereksperimen tentang berbagai susunan transmisi tanpa kabel.

Nama lain yang tidak kalah pentingnya adalah Lee De Forest, Ambrose Fleming, Reginald Fessenden, dan David Sarnoff. Merekalah nama-nama yang tengah “diseleksi” untuk dijuluki “Bapak Radio” .

Namun, kandidat terkuat “Bapak Radio” adalah Sarnoff, “si pengkhayal sejati” yang dianggap penyusun cara penggunaan utama dari alat-alat yang diciptakan pendahulunya, Marconi, dengan memonya “Radio Music Box”.

Dalam memonya, Sarnoff mengusulkan agar pesawat penerima radio diproduksi massal untuk dikonsumsi publik. Tahun 1919, impian Sarnoff tewujud –pesawat radio diciptakan dan dapat dibeli umum —dan kita pun bisa menikmatinya kini.

Televisi

Evolusi media massa berikutnya terjadi awal 1900-an dengan ditemukannya televisi (TV). Periode 1900-2010 merupakan masa keemasan radio dan televisi.

Tahun 1920 adalah tahun penemuan TV oleh John Logie Baird dan siaran komersial radio pertama oleh stasiun radio KDKA, anak perusahaan Westinghouse Electric and Manufacturing Company

Bara Juga:  Media Relations: Konferensi Pers dan Siaran Pers

Tahun 1927 merupakan tahun transmisi TV pertama oleh Philo Farnsworth.

Televisi kemudian mulai diproduksi secara komersil. Televisi mulai meraih kepopuleran tahun 1940-an, setelah perang dunia kedua berakhir.

Kehadiran televisi yang memungkinkan tampilan visual dan audio sekaligus tentu saja menjadi angin segar dalam perkembangan dunia media massa elektronik meskipun masih dengan layar hitam putih.

Periode 1930-1980-an disebut sebagai era media elektronik (electronic age):

  • 1940: Sistem Televisi Antena Komunitas, Kabel awal
  • 1950: TV Hitam Putih muncul dan menjadi arus utama
  • 1960: Bangkitnya Radio FM
  • 1963: Pengenalan Kaset Audio
  • 1972: Email dikembangkan oleh Ray Tomlinson
  • 1973: Ponsel genggam pertama oleh John Mitchel, dan Martin Cooper
  • 1975: Pengenalan VCR
  • 1980: Televisi berwarna menjadi arus utama dan Koran Daring Pertama – Columbus Dispatch
  • 1981: IBM Personal Computer diperkenalkan
  • 1985: Microsoft Windows diluncurkan
  • 1986: MCI Mail – Layanan Email Komersial Pertama

Media Baru

Setelah kehadiran surat kabar, majalah, radio, dan televisi, media berevolusi lagi berkat penemuan internet di abad 21 –abad kemajuan teknologi komunikasi yang disebut Evolution of New Media.

  • Tahun 1990-an hingga 2000-an: Penemuan Internet, Lahirnya Situs Jejaring Sosial, dan Munculnya Media Sosial.
  • 1991: World Wide Web diciptakan oleh Sir Timothy John-Berners Lee
  • 1995: Microsoft Internet Explorer diluncurkan
  • 1997: DVD menggantikan VCR
  • 2001: Layanan Pesan Instan
  • 2002: Radio Satelit diluncurkan
  • 2004: Facebook
  • 2005: Youtube
  • 2006: Twitter
  • 2007: Tumblr
  • 2010: Instagram

Kini eranya meda baru yang disebut juga era internet, era digital, atau era media online.

Media online atau media internet, era di mana kita sekarang berada, mulai menggeser posisi media konvensional –koran, radio, dan televisi.

Namun, media konvensional pun melakukan “transformasi digital” yang melahirkan media online dalam pengertian situs berita (media siber), lalu radio dan TV streaming.

Internet sendiri pertama kali hadir dilatarbelakangi oleh kepentingan militer. Adalah proyek bernama ARPANET (Advanced Research Projects Agency Network) yang dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang menghubungkan 10 komputer pada tahun 1970.

Dua dasawarsa kemudian, Tim Bernes Lee menemukan World Wide Web atau yang biasa disingkat www pada tahun 1990. Media Internet terus berkembang hingga kini. Dengan jangkauan yang luas dan cepat dari media massa yang lain, arus media informasi melalui internet tentu lebih diminati. (NIMCJ)

Demikian evolusi media massa dari zaman batu, Acta Diurna, lahirnya media cetak dan penyiaran, dan kini era media online.*

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here