Home Jurnalistik Jurnalisme Modern, Jurnalistik Era Internet

Jurnalisme Modern, Jurnalistik Era Internet

78

Jurnalisme Modern, Jurnalistik Era InternetJurnalisme modern adalah jurnalistik terbaru atau mutakhir. Jurnalisme modern juga berarti praktik jurnalistik sesuai dengan tuntutan zaman.

Pengertian jurnalisme modern di atas mengacu pada pengertian “modern” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI Daring): terbaru; mutakhir; sikap dan cara berpikir serta cara bertindak sesuai dengan tuntutan zaman.

Jurnalisme saat ini (era internet) sudah jauh berbeda dari dulu atau sebelum kelahiran dan perkembangan internet. Di masa lalu, Anda menerima sebagian besar berita dan informasi dari surat kabar lokal yang diterbitkan setiap pagi.

Jika Anda tidak berlangganan koran atau mendengarkan radio, Anda menonton berita malam di televisi setelah makan malam.

Saat ini, di era internet, hanya mengandalkan satu sumber untuk menerima semua berita dan informasi sepertinya tidak pernah terdengar. Surat kabar masih ada hingga saat ini, namun masih banyak lagi yang bisa kita ikuti.

Kita tidak perlu lagi menunggu satu hari penuh untuk mendapatkan berita – kita hanya perlu menunggu beberapa detik saja, bahkan bisa menyaksikan langsung peristiwa yang sedang terjadi.

Sekarang kita melihat berita sebagaimana yang terjadi, bukannya melihat rekap atau ringkasannya pada hari berikutnya.

Dengan maraknya internet dan stasiun berita 24/7, kita mempunyai banyak sumber berita langsung di ujung jari kita.

Respons jurnalisme secara keseluruhan telah berubah. Daripada punya waktu untuk mengecek fakta, jurnalis (wartawan) modern didesak menjadi pihak pertama yang menyampaikan berita.

Wartawan berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama melaporakan kejadian. Ketergesaan untuk melakukan yang pertama sering kali menyebabkan informasi yang salah dipublikasikan, menyebabkan kebingungan dan terkadang kemarahan.

Menjadi orang pertama yang melakukan publikasi adalah sebuah prioritas.

Mari kita lihat apa itu jurnalisme saat ini, dan beberapa orang yang mengubahnya.

Bara Juga:  Pengertian Jurnalistik Online dan Karakteristiknya

Apa Sebenarnya Jurnalisme?

Jurnalisme adalah tindakan mengumpulkan, menilai, menciptakan, dan menyajikan berita dan informasi melalui media.

Definisi jurnalisme adalah kegiatan menulis berita untuk surat kabar, majalah, atau situs berita atau mempersiapkan berita untuk disiarkan di radio atau televisi.

Jurnalisme adalah produk dari setiap surat kabar yang Anda baca, setiap stasiun berita yang Anda tonton, dan setiap artikel berita yang Anda baca online.

Jurnalisme dimaksudkan untuk menempatkan kepentingan publik di atas segalanya dan menggunakan metode khusus untuk mengumpulkan dan menilai informasi.

Dengan kata lain, jurnalisme dimaksudkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, dan jurnalis harus secara rutin memeriksa apa yang mereka beritakan untuk memastikan informasi tersebut diverifikasi dan akurat.

Orang yang melakukan kegiatan jurnalistik disebut jurnalis atau wartawan. Mereka bekerja di sebuah perusahaan media yang menerbitkan surat kabar, majalah, tabloid, radio, televisi, atau situs berita.

Jurnalisme Data Lebih Penting dari Sebelumnya

Efek samping lain dari internet dan banyaknya data yang ada di ujung jari kita adalah munculnya jurnalisme data (data journalism).

Jurnalisme data adalah penggunaan data dan penghitungan angka untuk mengungkap, menjelaskan dengan lebih baik, atau memberikan konteks pada sebuah berita.

Data dapat menjadi alat yang digunakan untuk menyampaikan sebuah cerita, sumber yang mendasari sebuah cerita, atau keduanya sekaligus. Ini sering kali melibatkan penggunaan statistik, grafik, dan infografis.

“Infografis adalah media informasi yang disajikan dalam bentuk teks, serta dipadukan dengan beberapa elemen visual, seperti gambar, ilustrasi, grafik, dan tipografi.”

Jurnalisme data menjadi penting karena di dunia sekarang ini, siapa pun yang memiliki ponsel pintar dan akun media sosial bisa menjadi jurnalis.

Bara Juga:  PR Writing: Penulisan Berita Humas

Berbagai sumber menambahkan informasi melalui media sosial, blog, dan video seiring dengan berita yang sedang terjadi. Ini adalah informasi yang berlebihan, dan opini seringkali mengaburkan fakta.

Tujuan jurnalisme data adalah menjadi orang yang memberikan konteks pada suatu peristiwa dan bertujuan untuk menjelaskan makna sebenarnya.

Contoh jurnalisme data yang sangat baik adalah cerita yang diterbitkan ProPublica tentang kepunahan hewan di seluruh dunia.

Dengan menggunakan data dari studi biologi baru-baru ini, mereka menemukan bahwa tingkat kepunahan saat ini menyaingi tingkat kepunahan massal yang memusnahkan dinosaurus 65 juta tahun lalu.

Jurnalisme di Era Web Terbuka

Web terbuka (open web) telah mengubah segalanya. Web terbuka adalah web yang dibuat oleh dan untuk semua penggunanya.

Cara kita mengonsumsi data tidak akan pernah sama. Data biasanya datang dalam bentuk yang tetap dan lengkap. Buku, surat kabar, dan dokumenter. Ketika Anda menerimanya, itu sudah selesai dan dalam bentuk final.

Dengan berita digital di web terbuka, sumber berita Anda hampir menjadi sesuatu yang hidup dan bernapas. Ia selalu berubah, selalu berkembang, dan terus dikembangkan. Entri blog yang baru saja Anda baca, dapat diedit dan direvisi beberapa kali.

Ada informasi di mana-mana yang dikonsumsi orang kapan pun mereka mau. Mereka tidak perlu lagi pergi ke toko untuk membeli buku atau koran. Yang harus mereka lakukan hanyalah merogoh saku dan melakukan pencarian Google dengan cepat, dan mereka akan menemukan banyak sekali pengetahuan tentang subjek tersebut.

Jurnalis saat ini menghadapi serangkaian tantangan baru. Mereka bukan lagi ahli dalam bidang yang mereka tulis. Saat ini, pembaca mereka mungkin lebih pintar dan lebih berpengetahuan daripada mereka.

Bara Juga:  Jurnalisme Multimedia dan Skill Wartawan Era Digital

Sekarang jika Anda tidak mendengarkan mereka, bekerja dengan mereka, bekerja untuk mereka, memberikan apa yang mereka inginkan dan butuhkan, mereka akan pergi ke tempat lain. Dan masih banyak tempat lain yang bisa mereka kunjungi. Namun, karena itu, berita palsu telah menjadi skenario yang terlalu umum.

Yang Hilang dalam Jurnalisme Saat Ini

Bahkan dengan munculnya internet, stasiun berita 24/7, media sosial, dan telepon pintar, ada sesuatu yang hilang dari jurnalisme saat ini.

Kita lebih terhubung dengan berita yang pernah kita alami. Perusahaan berita memiliki jurnalis yang bekerja sepanjang waktu yang dapat menyampaikan berita yang sedang terjadi, kapan pun hal tersebut terjadi.

Kita kini lebih terinformasi dibandingkan sebelumnya, dan kita punya pilihan tak terbatas di mana kita ingin menikmati berita. Jadi, apa yang kita lewatkan? Jawabannya sederhana.

Waktu.

Satu-satunya hal yang tidak lagi dimiliki jurnalis adalah waktu. Mereka harus menjadi yang pertama. Mereka harus cepat. Mereka tidak punya waktu lagi untuk asyik dengan cerita mereka.

Mereka tidak punya waktu untuk belajar dan merenungkan cerita mereka. Mereka mengandalkan kutipan dari pakar lain untuk membentuk cerita mereka.

Jurnalisme investigatif sejati adalah seni yang perlahan memudar. Salah satu alasan utamanya adalah uangnya sudah tidak ada lagi. Melakukan investigasi nyata membutuhkan banyak waktu, yang pada gilirannya membutuhkan banyak uang.

Pendapatan iklan yang mereka peroleh untuk cerita tersebut kemungkinan besar hanya sebagian kecil dari biaya produksinya. Oleh karena itu, jurnalisme investigatif digantikan oleh 5-10 postingan blog sehari yang tidak akan pernah memiliki substansi sebanyak artikel investigasi sebenarnya. (MIC)

jurnalistik online
Buku Jurnalistik Online. Penerbit: nuansa.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here