Home Komunikasi Tips Seni Komunikasi Verbal dan Non-Verbal

Tips Seni Komunikasi Verbal dan Non-Verbal

215

Komunikasi itu seni, teknik, atau keterampilan (skill) yang melibatkan verbal dan non-verbal. Berikut ini tips seni komunikasi verbal dan non-verbal agar Anda lancar dan efektif dalam berkomunikasi.

Seni Komunikasi Verbal Non-Verbal

Komunikasi merupakan proses penyampaian dan penerimaan pesan, baik pesan berupa informasi, instruksi, ataupun berupa berita (news).

Seni komunikasi adalah kemampuan untuk mendengarkan dan menyampaikan informasi dengan cara yang jelas dan akurat. Oleh karena itu, keterampilan membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan yang baik, sangat penting untuk mencapai tujuan.

Saat ini ita tinggal di “desa kecil” (small village) berkat kekuatan internet. Itulah mengapa keterampilan komunikasi verbal dan tertulis yang baik sangat penting di dunia kita yang sibuk ini.

Ini telah menjadi topik yang menarik selama beberapa generasi dan beberapa bahkan menyebutnya sebagai seni komunikasi (art of communication).

Apa itu Seni Komunikasi?

Seni komunikasi seperti sapuan kuas yang digunakan pelukis untuk menciptakan sebuah mahakarya.

Biasanya, sebagai ahli seni komunikasi, Anda akan dapat menyampaikan pesan apa pun yang Anda butuhkan untuk disampaikan kepada orang-orang di sekitarnya setiap kali Anda berbicara.

Inilah tepatnya seni komunikasi. Ini adalah cara Anda dapat menafsirkan emosi Anda ke dalam kata-kata.

Biasanya, komunikasi dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis utama: verbal dan non-verbal.

Komunikasi verbal mencakup penggunaan suara dan bahasa untuk menyampaikan pesan yang Anda maksudkan.

Komunikasi non-verbal mencakup segala sesuatu selain kata-kata seperti postur, penampilan, bahasa tubuh, dan gerakan mata yang membantu menekankan pesan yang disampaikan.

Kedua jenis komunikasi ini sama pentingnya karena saling melengkapi untuk menghilangkan kebingungan dan memastikan bahwa pesan yang disampaikan dipahami dengan jelas oleh penerima yang dituju.

Ada banyak alat komunikasi yang harus Anda pahami untuk menguasai seni komunikasi. Semakin baik Anda menggunakan alat-alat ini, semakin baik Anda dalam berkomunikasi.

Pada akhirnya, sangat mudah untuk menjadi ahli komunikasi, yang Anda butuhkan hanyalah sedikit latihan.

Menguasai bahasa tubuh dan nada akan memastikan bahwa Anda akan selalu dapat menyampaikan pesan Anda secara efisien yang dianggap sukses dalam komunikasi.

Word Cloud Communication
Word Cloud Communication

Komunikasi Verbal

Bahkan di dunia digital yang maju, kata yang diucapkan sejauh ini merupakan bentuk komunikasi yang paling umum.

Bara Juga:  Level Komunikasi

Berikut adalah elemen kunci dari komunikasi verbal.

1. Kata-kata (Words)

Kata-kata sangat kuat bila digunakan dengan benar. Kata-kata memiliki kekuatan untuk membangun atau menghancurkan.

Kata-kata dapat membangun jembatan yang memungkinkan orang mencapai tingkat pemahaman. Kata-kata juga bisa menghancurkan hubungan.

Berhati-hatilah saat memilih kata-kata Anda karena orang biasanya dinilai dari kata-kata yang mereka gunakan.

Inilah sebabnya mengapa penting untuk memilih kata-kata Anda dengan bijak dan selalu mencoba menggunakan kata-kata yang penuh warna dan kaya untuk memikat audiens Anda.

Namun, Anda perlu memastikan bahwa kata-kata Anda tetap jelas dan mudah dipahami untuk menghindari kebingungan.

Kata-kata yang mengomunikasikan nilai-nilai positif dan kata-kata optimis adalah kata-kata kekuatan yang akan membantu Anda memperkuat pendapat dan meyakinkan audiens tentang pesan Anda. Menggunakan kata-kata yang tepat untuk mengemukakan sudut pandang Anda membuat Anda ahli dalam seni komunikasi.

Di sisi lain, penyalahgunaan kata-kata dapat mengarah pada pembentukan korelasi negatif yang hanya akan semakin melemahkan pesan seseorang.

2. Kosakata (Vocabulary)

Kosakata adalah perbendaharaan kata. Memilih kosakata yang tepat biasanya mengungkapkan tingkat kemahiran bahasa Anda.

Misalnya, kosa kata yang diperluas membedakan Anda yang meningkatkan proses komunikasi yang memungkinkan Anda untuk menyampaikan pesan Anda kepada audiens yang besar dengan akurasi dan efisiensi yang tinggi.

Untuk berkomunikasi lebih baik, Anda harus memilih kosakata Anda sesuai dengan target audiens Anda. Misalnya, Anda harus menggunakan kosakata yang diperluas saat berbicara dengan profesional, sementara kosakata yang lebih mendasar mungkin terbukti lebih efektif saat berbicara kepada audiens yang kurang informasi.

Demikian pula, saat berkomunikasi dengan teman, Anda akan menggunakan bahasa sehari-hari yang lebih banyak.

3. Nada (Tone)

Dalam hal nada bicara Anda saat menyampaikan pidato, penting untuk menghindari nada monoton karena menciptakan rasa tidak tertarik.

Sebaliknya, nada Anda harus berubah sesuai dengan konteks pidato untuk menarik perhatian audiens Anda. Ini pada akhirnya memastikan bahwa sebagian besar pidato Anda diterima oleh audiens.

Bara Juga:  Podcast Seni Komunikasi: 4 Keterampilan Komunikasi

Memvariasikan nada suara Anda memungkinkan orang yang berkomunikasi dengan Anda untuk lebih memahami perasaan Anda.

4. Laju (Pace)

Kecepatan bicara Anda memberi tahu orang lain banyak hal.

Berbicara perlahan mengomunikasikan perhatian yang menyiratkan bahwa Anda ingin orang lain mendengar dan memahami pesan Anda sementara berbicara cepat mengomunikasikan bahwa Anda bersemangat, mendorong audiens Anda untuk tertarik pada topik yang sedang dibahas.

Saat melatih kecepatan bicara Anda, sering kali membantu untuk memiliki pendengar yang dapat Anda amati untuk mengubah kecepatan Anda sesuai dengan reaksi mereka. Bagaimanapun, memiliki koneksi dengan audiens Anda akan memastikan bahwa kecepatan Anda sempurna.

5. Emosi

Mirip dengan nada Anda, emosi adalah komunikator yang sangat efektif. Faktanya, sangat penting bahwa Anda hanya menunjukkan emosi tanpa menjadi emosional.

Jika Anda dapat mengendalikan emosi Anda, Anda akan menjadi komunikator yang sangat efektif.

Misalnya, tertawa akan mengomunikasikan bahwa Anda memiliki sisi yang menyenangkan sementara cemberut akan mengomunikasikan bahwa Anda memiliki sisi empati. Ini jelas menjadikannya alat yang sangat ampuh dalam membantu Anda menyampaikan pesan.

6. Lafal (Enunciation)

Ini bisa dibilang keterampilan komunikasi verbal yang paling sulit untuk dikuasai. Untuk memastikan bahwa pendengar memahami pesan Anda dengan jelas, Anda perlu memastikan bahwa Anda berbicara dengan jelas membuat komunikasi lebih mudah karena pengucapan kata yang jelas membuatnya mudah dipahami oleh audiens.

Perhatina artikulasi Anda saat berbicara. Artikulasi adalah kejelasan pengucapan kata demi kata.

Seni Komunikasi Non-verbal

Terlepas dari pentingnya komunikasi verbal, komunikasi non-verbal sangat penting untuk menyampaikan pesan Anda.

Komunikasi non-verbal selalu menyertai komunikasi verbal dan memainkan peran utama dalam komunikasi.

Sebagian besar komunikasi non-verbal termasuk dalam kategori berikut:

1. Postur 

Postur adalah posisi tubuh saat berbicara. Mengubah posisi tubuh (duduk, berdiri, atau berlutut) selama presentasi dapat berdampak besar pada sifat pesan yang dikirim.

Misalnya, duduk menciptakan lingkungan yang lebih santai dan santai, sementara berdiri memberi kesan keseriusan dan profesionalisme.

2. Mata

Sudah menjadi rahasia umum bahwa “Mata adalah jendela jiwa”. Menatap mata mengomunikasikan kepedulian. Ini adalah tanda hormat dan pengertian.

Bara Juga:  Brand Journalism: Jurnalisme Perusahaan untuk Komunikasi Pemasaran

Di sisi lain, berbicara dengan orang lain sambil melihat sekeliling menunjukkan kurangnya minat.

Pastikan ada kontak mata (eye contact) dengan audiens saat Anda berbicara.

Kontak mata merupakan salah satu aspek penting untuk membangun kepercayaan dan melibatkan audiens. Akan tetapi, orang yang pemalu atau penggugup cenderung kesulitan melakukan kontak mata.

Tips Kontak Mata:

  1. Arahkan mata Anda pada dahi di antara kedua alis, batang hidung, atau cuping telinga.
  2. Lihatlah mata teman bicara dengan lembut, tetapi jangan terlalu fokus menatapnya.
  3. Pertahankan tatapan Anda dan jangan berpindah-pindah.
  4. Sambil terus menatap saat mendengarkan, bernapaslah dengan tenang, berikan tatapan lembut, dan anggukkan kepala sesekali.
  5. Alihkan sejenak tatapan Anda setiap 5-15 detik. Kontak mata yang berlebihan akan menimbulkan rasa tidak nyaman. Setelah menatap beberapa detik, lihatlah sejenak ke tempat lain agar percakapan terasa lebih santai dan menyenangkan.
  6. Lakukan cara berikut untuk mengalihkan tatapan: tertawa, mengangguk, atau memberikan dukungan kepada teman bicara; melihat langit atau mengamati cuaca, melihat ke samping beberapa saat seperti sedang mengingat-ingat sesuatu, mengusap rambut dengan telapak tangan. (Wikihow)

3. Lengan

Lengan Anda adalah faktor penting lainnya dalam hal komunikasi non-verbal.

Ketika berbicara tentang bahasa tubuh lengan, ada beberapa strategi yang umum digunakan. Memperluas lengan Anda membantu Anda tampak lebih besar dalam upaya untuk menjangkau audiens Anda.

Ini dapat memiliki efek bersahabat atau mengancam tergantung pada konteksnya. Tindakan seperti menyilangkan tangan saat berbicara mengomunikasikan ketakutan, penutupan, dan pembelaan diri yang menyiratkan bahwa argumen Anda lemah.

Demikian pula, menyembunyikan tangan Anda saat berbicara memberi kesan tidak jujur ​​dan menipu kepada pendengar seolah-olah Anda menyembunyikan sesuatu.

4. Tangan

Penting untuk menggunakan tangan untuk berkomunikasi sebagai ilustrasi karena menjaga tangan Anda di sisi Anda mengomunikasikan kekakuan dan perasaan tidak nyaman.

Gerakan tangan Anda yang dinamis akan membuat audiens tetap terlibat dan tertarik dengan apa yang Anda katakan.

Demikian seni komunikasi verbal dan non-verbal. Di halaman berikutnya Anda akan pelajari cara meningkatkan keterampilan komunikasi dan 4 jenis komunikasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here