Home Komunikasi Strategi Komunikasi: Pengertian dan Ruang Lingkup

Strategi Komunikasi: Pengertian dan Ruang Lingkup

6

Artikel ini membahas pengertian strategi komunikasi dan dan ruang lingkupnya.

pengertian strategi komunikasi

Setiap orang dan lembaga atau organisasi harus memahami dan menjalankan strategi komunikasi. Hal ini agar komunikasi berlangsung lancar dan efektif.

Strategi komunikasi mencakup rencana untuk berkomunikasi dengan audiens target Anda. Ini termasuk dengan siapa Anda berbicara, mengapa Anda berbicara dengan mereka, bagaimana dan kapan Anda akan berbicara dengan mereka, bentuk komunikasi apa yang harus diambil konten dan saluran apa yang harus Anda gunakan untuk membagikannya.

Komunikasi strategis dapat berarti mengkomunikasikan konsep, proses, atau data yang memenuhi tujuan strategis jangka panjang dari suatu organisasi.

Pengertian Strategi Komunikasi 

Strategi komunikasi adalah perencanaan (planning) dan pengelolaan atau manajemen (management) penyampaian pesan untuk mencapai satu tujuan.

Strategi komunikasi merupakan paduan dari perencanaan komunikasi dan manajemen komunikasi untuk mencapai suatu tujuan (Effendy, 2003).

Strategi komunikasi harus didukung oleh teori karena teori merupakan pengetahuan berdasarkan pengalaman (empiris) yang sudah diuji kebenarannya.

Harold D. Lasswell menyatakan, cara yang terbaik untuk menerangkan kegiatan komunikasi ialah menjawab pertanyaan “Siapa mengatakan Apa dengan Saluran mana kepada Siapa dengan Dampak apa?” (Who Says What Which Channel To Whom With What Effect?).

Saat hendak berkomunikasi, sebuah lembaga harus menentukan siapa yang akan menjadi komunikator (juru bicara), pesan yang akan disamapaikan, siapa audiens yang dituju (komunikan), dengan cara, sarana, atau media apa, dan pengaruh apa yang ingin dicapai.

Komponen Strategi Komunikasi

Strategi komunikasi meliputi komponen-komponen yang merupakan jawaban terhadap pertanyaan dalam rumus Lasswell tersebut:

  1. Who? (Siapakah komunikatornya)
  2. Says what? (pesan apa yang dinyatakannya)
  3. In which channel? (media apa yang digunakannya)
  4. To whom? (siapa komunikannya)
  5. With what effect? (efek apa yang diharapkan)

Dalam literatur komunikasi, konsep Lasswell juga menggambarkan unsur-unsur komunikasi.

Salah satu definisi komunikasi adalah proses menyampaikan pesan (message) dari pengirim (sender) ke penerima (receiver), melalui suatu medium (channel).

Ruang Lingkup Strategi Komunikasi

Quinn (1992)  dalam Ruslan (2002) menyatakan, agar suatu strategi dapat efektif dilaksanakan dalam sebauh program, maka ia harus mencakup beberapa hal:

1. Tujuan

Objektif atau tujuan yang jelas dan menentukan semua ikhtiar diarahkan untuk mencapai pemahaman yang jelas, menentukan dan bisa mencapai keseluruhan tujuan.

Tujuan tersebut tidak perlu dibuat secara tertulis namun yang penting bisa dipahami dan menentukan.

2. Inisiatif

Strategi inisiatif menjaga kebebasan bertindak dan memperkaya komitmen. Strategi mesti menentukan langkah dan menetapkan tindakan terhadap peristiwa, bukannya bereaksi terhadap satu peristiwa.

3. Konsentrasi

Konsentrasi dengan memusatkan kekuatan yang besar untuk waktu dan tempat yang menentukan.

4. Fleksibilitas

Strategi hendaknya diniatkan untuk dilengkapi penyanggad an dimensi untuk fleksibilitas dan maneuver.

5. Kepemimpinan

Kepemimpinan yang memilki komitmen dan terkoordinasi. Strategi hendaknya memberikan kepemimpinan yang memiliki komitmen dan tanggung jawab terhadap pencapaian tujuan pokok.

6. Kejujuran

Sebuah strategi hendaknya dipersiapkan untuk memanfaatkan kerahasiaan dan kecerdasan untuk menyerang lawan pada saat yang tidak terduga.

7. Keamanan

Strategi itu mesti mengamankan seluruh organisasi dan semua operasi penting organisasi.

R Wayne Pace, Brent D. Peterson, danM. Dallas Burnett dalam Techniques for Effective Communication menyatakan, tujuan sentral komunikasi terdiri atas tiga tujuan utama, yaitu:

  1. To secure understanding –komunikan mengerti akan pesan yang diterimanya.
  2. To establish acceptance –penerimaan pesan oleh komunikan itu kemudian dibina.
  3. To motivate action –kegiatan dimotivasikan.

Faktor Pendukung Strategi Komunikasi

Menyusun strategi komunikasi harus memperhitungkan faktor-faktor pendukung dan penghambat.

Berikut ini faktor pendukung serta penghambat pada setiap komponen tersebut (Effendy, 2003).

  1. Mengenali sasaran komunikasi
  2. Faktor situasi dan kondisi
  3. Pemilihan media komunikasi
  4. Pengkajian tujuan pesan komunikasi
  5. Peranan komunikator dalam komunikasi
  6. Daya tarik sumber
  7. Kredibilitas sumber

Empat faktor penting yang harus diperhatikan menyusun strategi komunikasi:

1. Mengenal khalayak

Khalayak itu aktif sehingga antara komunikator dengan komunikan bukan saja tejadi saling hubungan, tetapi juga saling mempengaruhi.

2. Menyusun pesan

Menyusun pesan yaitu menentukan tema dan materi. Syarat utama dalam mempengaruhi kalayak dari pesan tersebut ialah mampu membangkitkan perhatian. Awal efektivitas dalam komunikasi ialah bangkitnya perhatian dari khalayak terhadap pesan-pesan yang disampaikan.

3. Metode

Menetapkan metode, dalam hal ini metode penyampaian, yang dapat dilihat dari dua aspek: menurut cara pelaksanaannya dan menurut bentuk isinya.

Menurut cara pelaksanaannya, dapat diwujudkan dalam dua bentuk yaitu, metode redundancy (repetition) dan canalizing.

Menurut bentuk isinya dikenal metode-metode informatif, persuasif, edukatif, kursif.

Metode redundancy adalah cara memengaruhi khalayak dengan jalan mengulang-ulang pesan pada khalayak.

Metode canalizing yaitu mempengaruhi khalayak untuk menerima pesan yang disampaikan, kemudian secara perlahan-lahan merubah sikap dan pola pemikirannya ke arah yang kita kehendaki.

Metode informatif lebih ditujukan pada penggunaan akal pikiran khalayak, dan dilakukan dalam bentuk pernyataan berupa: keterangan, penerangan, berita, dan sebagainya.

Metode persuasif yaitu mempengaruhi khalayak dengan jalan membujuk. Dalam hal ini pikiran dan perasaan audiens digugah.

Metode edukatif memberikan sesuatu idea kepada khalayak berdasarkan fakta-fakta, pendapat dan pengalaman yang dapat dipertanggungjawabkan dari segi kebenarannya dengan disengaja, teratur dan berencana, dengan tujuan mengubah tingkah laku manusia ke arah yang di inginkan.

Metode kursif, mempengaruhi khalayak dengan jalan memaksa tanpa memberi kesempatan berpikir untuk meneri ma gagasan-gagasan yang dilontarkan, dimanifestasikan dalam bentuk peraturan-peraturan, intimidasi dan biasanya di belakangnya berdiri kekuatan tangguh.

4. Pemilihan Media

Kita dapat memilih salah satu atau gabungan dari beberapa media, bergantung pada tujuan yang akan dicapai, pesan yang disampaikan dan teknik yang dipergunakan, karena masing-masing medium mempunyai kelemahan-kelemahannya tersendiri sebagai alat.

Tahapan Strategi Komunikasi

Secara umum strategi komunikasi dilakukan melalui 10 tahapan:

  1. Analisis Program/Masalah
  2. Analisis Situasi
  3. Analisis Khalayak
  4. Tujuan Komunikasi
  5. Strategi Komunikasi
  6. Perencanaan Kegiatan Pengembangan Media
  7. Produksi Dan Ujicoba Media
  8. Penggunaan Media
  9. Media Monitoring dan Sistem Pengelolaan Informasi
  10. Evaluasi dan Analisis Masalah.

Demikian pengertian strategi komunikasi dan ruang lingkupnya. Konsep strategi komunikasi ini biasa dilaksanakan humas lembaga atau perorangan.

Dalam kehidupan sehari-hari pun, kita sebenarnya melaksanakan strategi komunikasi ini. Kita menyusun pesan, mencari cara untuk menyampaikannya, dan menerima umpan-balik dari pesan yang kita sampaikan.*

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here