Home Artikel Pengertian Seni Komunikasi

Pengertian Seni Komunikasi

130
Pengertian Seni komunikasi
Word Cloud Communication

Komunikasi adalah seni (art) dalam pengertian “keterampilan atau kemampuan khusus” (a skill or special ability). Berikut ini pengertian seni komunikasi (the art of communication).

Seorang komunikator harus terampil mengemas pesan yang akan disampaikan. Komunikan juga memerlukan skills untuk menerjemahkan atau memahami pesan yang  diterima.

Pengertian Seni komunikasi

Seni komunikasi berarti keterampilan untuk menyampaikan dan menerima pesan dengan baik dan efektif meliputi berbicara (speaking), menulis (writing), mendengarkan (listening), dan membaca (reading).

Dengan demikian, seni komunikasi meliputi empat aktivitas komunikasi:

  1. Berbicara (speaking)
  2. Menulis (writing)
  3. Mendengarkan (listening)
  4. Membaca (reading).

Karena berbicara biasanya dominan dalam komunikasi, seni komunikasi identik dengan keahlian berbicara, utamanya berbicara di depan umum (public speaking) atau retorika.

Retorika diartikan sebagai kesenian untuk berbicara baik yang dipergunakan dalam proses komunikasi. Seni berbicara ini bukan hanya berarti berbicara lancar tanpa jalan pikiran yang jelas dan tanpa isi, melainkan juga suatu kemapuan untuk berbicara dan berpidato secara singkat, jelas, padat dan mengesankan.

Retorika modern mencakup ingatan yang kuat, daya kreasi dan fantasi yang tinggi, teknik pengungkapan yang tepat dan daya pembuktian serta penilaian yang tepat.

Retorika modern adalah gabungan yang serasi antara pengetahuan, pikiran, kesenian, dan kesanggupan berbicara.

Dalam bahasa percakapan atau bahasa populer, retorika berarti pada tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, atas cara yang lebih efektif, mengucapkan kata-kata yang tepat, benar dan mengesankan.

Itu berarti kita harus dapat berbicara jelas, singkat dan efektif. Jelas supaya mudah dimengerti, singkat untuk menghemat waktu dan sebagai tanda kepintaran, dan efektif.

Teknik Berkomunikasi

Berkomunikasi yang baik sangat kita perlukan, dengan melakukan komunikasi yang baik maka orang lain akan merasa nyaman dan akan selalu merasa membutuhkan keberadaan kita.

Banyak cara kita untuk membuat orang tertarik dengan kita, atau bahkan sangat menghargai kita, salah satunya adalah dengan teknik seni berkomunikasi yang baik.

Selain itu, kita juga akan semakin mudah untuk mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari lawan bicara kita jika mampu berkomunikasi dengan baik.

Seni komunikasi ini akan memberikan nilai lebih kepada anda dari beberapa orang yang pernah berbicara dengan Anda.

Dengan gaya komunikasi yang baik, diharapkan orang lain yang menjadi lawan bicara kita menjadi tertarik dengan apa yang kita ingin sampaikan kepada mereka.

Jika Anda seorang marketer tentunya Anda harus mempunyai keahlian dalam menghadapi para klien atau konsumen yang sedang anda dekati untuk membeli produk Anda.

Seorang trainner, reporter, penyiar radio, atau bahkan orang biasa sekalipun bila bisa melakukan teknik komuniksi ini akan sangat bermanfaat dalam kehidupan mereka.

Anda dapat “melancarkan serangan” untuk mendapatkan cinta Anda. Dengan gaya yang asyik, lawan jenis Anda tidak akan bingung dan bosan dengan gaya bicara Anda.

Jenis-Jenis Seni Komunikasi

1. The art of looking

Cara kita melihat lawan bicara merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan.

Penatapan yang baik adalah dengan melihat kedua mata dari orang yang sedang kita ajak berkomunikasi, bukan menunduk atau menoleh ke kanan dan kekiri,tanpa memandang bagian tubuh lainnya jika tidak terlalu penting, karena dengan demikian akan memberikan suatu signal bahwa kita sangat serius dengan apa yang hendak kita sampaikan.

Tatapan mata pun jangan berlebihan berilah dia dengan tatapan yang memberikan harapan dan keyakinan, sehingga mereka akan percaya dengan keseriusan kita.

2. The art of smiling

Dalam berkomunikasi yang baik juga sebaiknya memberikan senyum kepada lawan bicara kita. Jadi, berilah mereka senyum yang sangat menawan dan sewajarnya.

Jangan tersenyum terlalu sering dan jangan juga terlalu berlebihan. Sesuaikan dengan apa yang menjadi topik pembicaraan. Dengan melemparkan senyum, lawan bicara akan sangat merasa nyaman dan dihormati, walaupun mungkin kita baru saja kenal dengan mereka.

Memberikan senyum disamping mendapatka pahala juga memberikan kenyamanan bagi lawan bicara kita.

3. The art of listening

Menjadi pendengar yang baik adalah salah satu kunci keberhasilan dalam berkomunikasi. Dengan menjadi pendengar yang baik, maka lawan bicara kita akan merasa dihargai dan kita juga akan mudah memperoleh informasi yang kita butuhkan.

Baca Juga: Seni Mendengarkan

Jangan sekali-kali memotong pembicaraan lawan bicara dengan spontan. Itu menandakan bahwa kita tidak menghargai apa yang menjadi pemikiran dia.

Jadilah pendengar yang setia dan seksama. Itu akan memberikan kepercayaan lebih bagi lawan bicara. Setelah itu barulah kita memberikan tanggapan ataupun mengajukan pertanyaan jika merasa ada hal yang kurang jelas.

4. The art of questioning

Memberikan pertanyaan merupakan salah satu wujud umpan balik dari berkomunikasi. Dengan memberikan pertanyaan lawan bicara akan merasa bahwa kita antusias ataupun tertarik dengan apa yang dibicarakan olehnya.

Jangan memberikan pertanyaan yang di luar topik pembicaran, terkecuali sebagai intermezo sejenak, dan tidak boleh terlalu banyak. Berikanlah pertanyaan yang menarik dan santai,dan sebaiknya jangan terlalu banyak bertanya.

5. The art of answering

Jika kita memberikan jawaban, sebaiknya jawablah dengan kata- kata yang mudah dimengerti sera usahakanlah jawaban yang singkat dan jelas.

Jika kita belum tahu jawaban dari pertanyaan yang disampaikan, sebaiknya mengatakan terus terang sehingga kita tidak memberikan informasi yang salah.

6. The art of surpising

Kejutan bisa menjadi salah satu hal positif dalam berkomunikasi seperti memberikan pujian atau kejutan lain yang dapat memebuat lawan bicara kita merasa senang.

Dengaan melakukan hal demikian maka oarang akan merasa nyaman dan senang untuk berkomunikasi dengan kita.

7. The art of admitting mistake

Salah satu seni berkomunikasi yang efektif yaitu mengakui kesalah yang kita perbuat. Kesalahan seperti apa yang harus kita akui dan sebagai komunikasi efektif, yaitu kesalahan seperti penyebutan nama orang, tempat, tanggal, atau kejadian yang kita sebutkan.

Jangan ragu-ragu mengakui kesalahan, karna jika kita tidak mengakui kesalahan sesegera mungkin. Hal itu akan menggambarkan kita tidak sombong dan sangat rendah hati.

8. The art of asking apology

Seni yang menekankan pertanyaan kepada lawa bicara Anda mengenai kesalahan yang sudah Anda ucapkan, lalu meminta maaf dengan segera, ini akan efektif dilakukan sehingga terjalin percakapan dua arah yang sangat harmonis.

9. The art of static empathy

Ketika kita melakukan komunikasi, maka lakukanlah dengan sebaik mungkin, seakan-akan Anda sangat memahami permasalahan mereka.

Masuklah kedalam pikiran mereka, dan rasakan apa yang mereka rasakan, sehingga mendapatkan solusi yang tepat buat mereka.

10. The art of clossing conversation

Seni menutup percakapan yang baik, yaitu penutup dengan pemberian motivasi dan semangat akan apa yang menjadi topik pembicaraan.

Tutuplah dengan senyum dan jika perlu maka ucapkanlah terima kasih kepada lawan bicara kita.

Sekilas berkomunikasi memang tidak memerlukan teknik yang rumit, tetapi bila Anda mempunyai teknik berkomunikasi yang efektif, maka Anda akan mendapatkan nilai lebih dari lawan bicara. Anda akan dianggap dapat memahami apa yang menjadi kebutuhan mereka.

Cara Mengembangkan Seni Komunikasi

Komunikasi merupakan sebuah jembatan untuk membangun suatu hubungan. Sulit membayangkan apa yang akan terjadi di dunia ini jika tidak ada komunikasi.

Kemampuan berkomunikasi identik dengan keberhasilan dalam karier, keluarga dan hubungan sosial.

Seorang komunikator andal memiliki peluang untuk meraih sukses yang seluas-luasnya. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan supaya kita dapat mengembangkan seni berkomunikasi, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Menyimak dengan seksama

Dalam kaligrafi tiongkok, kata komunikasi diartikan sebagai seni mendengar. Kita menjadi lebih bijaksana bukan ketika berbicara, tetapi ketika mendengarkan.

Inti komunikasi sebenarnya bukanlah seberapa fasih kita berbicara, namun seberapa jauh kita dapat mendengarkan dan menyimak pesan komunikasi orang lain.

2. Memahami makna sebuah pesan

Sebuah kata belum tentu menjadi sarana untuk menyampaikan pesan. Sebuah ekpresi dapat secara jujur menyampaikan pesan ada apa sebenarnya. Ekspresi tdk bisa menyembunyikan rahasia.

3. Mengenal gaya komunikasi

Setiap orang memiliki gaya komunikasi yang berbeda satu dengan yang lain. Gaya komunikasi ini umumnya dipengaruhi oleh beberapa sebab, seperti latar belakang ras, etnis, budaya, latar belakang pendidikan, serta pengaruh lingkungan yang ada dan mempengaruhi seseorang.

Dengan gaya komonikasi yang kita miliki, kita menjadi khas di depan orang lain. Dalam berkomunikasi sebaiknya tidak mengubah-ubah gaya komunikasi secara terus-menerus, karena selain menunjukan ketidakkonsistetan kita, hal ini juga berakibat pada munculnya kesalahpahaman komuniaksi yang terjadi.

4. Memilih saat yang tepat

Berkomunikasi tidak semata-mata sebuah pesan bisa disampaikan, namun menyangkut pula bagaimana suasana ketika proses penyampaian pesan berlangsung pada pihak lain.

Pemilihan suasana inilah yang sedikit banyak mempengaruhi perasaan yang tercipta saat pesan disampaikan.

Semakin tepat kita memilih momentum, semakin mudah pesan bisa diterima dengan baik. Dalam suasana yang kurang kondusif, sebaik apapun isi pesan yang disampaikan bisab jadi akan mengalami bias.

5. Memberi apresiasi

Apresiasi kita terhadap siapapun amat berperan dalam komunikasi. Dengan apresiasi positif yang kita kembangkan, memudahkan kita diterima oleh siapapun.

Setiap orang pada dasarnya suka diapresiasi dengan baik oleh orang lain maupun lingkungannya. Apresiasi positif juga menumbuhkan munculnya empati dari pihak lain.

Jika sebuah komunikasi ini sampai pada penumbuhan rasa empati, dipastikan komunikasi yang terjadi adalah komunikasi yang cukup baik dan berkualitas.

Referensi:

  • Greenen, Tony. 1993. Kiat Sukses Public Relations Pembentukan Citra. Jakarta : Bumi Aksara.
  • Mulyana, Deddy. 2005. Ilmu Komunikasi Suatu pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya
  • Muhammad, Arni. 2007. Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara

Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here