Home Humas Media Humas dan Digital PR Skills yang Harus Dimiliki

Media Humas dan Digital PR Skills yang Harus Dimiliki

59

Media Humas dan Digital PR Skills yang Harus Dimiliki

Tugas utama hubungan masyarakat (humas) atau public relations (PR) adalah membangun citra lembaga di mata publik (image building).

Image building adalah membangun dan meningkatkan citra merek atau citra publik dari sesuatu (lembaga) atau seseorang dengan hubungan masyarakat yang baik, periklanan, dll.

Untuk membangun citra positif lembaga, humas melakukan komunikasi atau publikasi menggunakan sarana yang disebut media humas (PR media).

Pengertian Media Humas

Media humas adalah segala bentuk sarana komunikasi dan saluran publikasi informasi yang dapat digunakan untuk publikasi informasi penting kepada publik.

Media humas merupakan sarana atau saluran yang digunakan praktisi humas dalam pekerjaannya dengan tujuan publikasi yang luas agar produk atau jasa yang humas pasarkan lebih dikenal oleh masyarakat.

Media humas bersifat lebih kepada publikasi dan komunikasi, mulai dari publikasi informasi kegiatan, kebijakan, hingga penyampaian pesan khusus lembaga kepada publik, misalnya merepons atau menggapi isu yang berkembang terkait lembaga.

Jenis-Jenis Media Humas

Sebagaimana jenis media pada umumnya, jenis media humas secara umum terdiri dari media cetak, media penyiaran, dan kini media online.

Dulu, sebelum era internet, media humas terbatas pada dua jenis media, yakni media internal, jurnal internal, atau inhouse magazine seperti majalah atau buletin internal serta media konvensional (media cetak dan penyiaran radio/tv).

Kini media humas juga meliputi media online: website dan media sosial. Setiap lembaga kini (harus) memiliki media online (website dan akun media sosial) untuk kehadiran dan reputasi online.

Dalam hal publikasi, seperti press release (rilis pers), ketergantungan pada wartawan atau pers pun berkurang.

Humas kini bisa publikasi sendiri rilis persnya di website lembaga. Bahkan, wartawan kini biasa mencari bahan berita di rilis online yang dipublikasikan berbagai lembaga di websitenya.

Selain media konvensional dan media online, media luar ruangan (outdoor media) dan menggelar acara (event) yang melibatkan publik juga masih dibutuhkan.

Dengan demikian jenis-jenis media humas saat ini adalah sebagai berikut:

  • Media Cetak (jurnal inhouse, surat kabar, majalah, dll)
  • Media Penyiaran (radio, televisi)
  • Media Online (website, blog, media sosial, email, dll)
  • Special Event (seminar, workshop, dll)
  • Outdoor Media (spanduk, papan reklame, poster, kalender, dll)

Banyaknya media humas menuntut praktisi PR memiliki keterampilan manajemen media, mulai dari desain hingga kreasi konten.

Saat ini, humas tudak hanya dituntut memiliki keterampilan tradisional humas seperti menulis dan berbicara (writing and speaking skills), tapi juga harus punya keterampilan digital layaknya content creatorblogging, podcasting, vlogging– termasuk editing audio dan video.

Digital PR Skills

Dengan bertambahnya media humas, praktisi PR pun dituntut memiliki keterampilan tambahan dari sekadar menulis rilis atau menggelar konferensi pers.

PR saat ini juga dituntut memiliki keterampilan layaknya wartawan, mulai kemampuan teknik reportase hingga menulis dan mengedit berita untuk konten websitenya.

Praktisi humas saat ini juga dituntun menguasai fotografi, videografi, hingga podcasting dan vlogging.

Praktisi humas saat ini juga dituntuk memiliki keterampilan digital (digital skills) agar mampu mengoptimalkan media digital atau media online sebagai sarana kegiatan kehumasan modern.

Menurut laman PRCA, humas era digital memerlukan beberapa skill digital, mulai blogging, SEO, web development, web design, hingga manajemen reputasi online (e-reputation).

Disebutkan PRCA, tingkat pekerjaan digital yang dilakukan oleh humas dan industri komunikasi sekarang berada pada tingkat yang sama dengan apa yang mungkin dipandang sebagai pekerjaan yang lebih tradisional, dan PR dan komunikasi memiliki banyak keterampilan di media digital dan sosial.

Secara khusus, Digital PR Report 2015 mengungkapkan:

Di sisi PR dan agensi komunikasi, 54% sekarang menawarkan layanan SEO, 82% menawarkan penjangkauan/keterlibatan blogger; 47% menawarkan iklan online/PPC; dan 76% menawarkan manajemen reputasi online.

Desain dan pembuatan web adalah area pertumbuhan besar bagi agensi PR dan komunikasi karena layanan ini semakin digabungkan dengan aktivitas PR dan komunikasi.

Penawaran layanan digital terbesar untuk agensi adalah pembuatan konten, yang disediakan oleh 91% agensi.

Pertumbuhan terbesar sebagai penawaran layanan adalah desain dan pembuatan web – naik 12% sejak tahun lalu menjadi 71%.

PRCA juga telah melihat pertumbuhan besar di departemen PR dan komunikasi internal yang mengharapkan agensi dapat memberikan banyak area layanan digital, dengan pertumbuhan ekspektasi terbesar di sekitar SEO (pertumbuhan 20%); penjangkauan blogger (pertumbuhan 18%); iklan online/PPC (14% pertumbuhan); dan manajemen reputasi online (14%).

Persentase rata-rata anggaran pemasaran yang dihabiskan untuk media digital dan sosial tetap sebesar 16%, sama seperti tahun lalu.

Layanan digital sebagai persentase dari pendapatan agensi sekarang mencapai 22,9%.

Investasi internal dalam penjangkauan/keterlibatan blogger telah mengalami pertumbuhan sebesar 11% selama dua tahun terakhir – menjadi 52% pada tahun 2015, dan agensi semakin dipercayakan dengan pekerjaan ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here