Home Komunikasi Komunikasi Lisan: Pengertian dan Cara Meningkatkan Skillnya

Komunikasi Lisan: Pengertian dan Cara Meningkatkan Skillnya

235

Gaya KomunikasiKomunikasi adalah proses menyampaikan pesan. Ada tiga cara utama dalam berkomunikasi, yaitu komunikai lisan, komunikasi tulisan, dan komunikasi visual.

Komunikasi lisan adalah komunikasi dengan mulut atau berbicara secara lisan. Komunikasi tulisan adalah komunikasi secara tertulis. Komunikasi visual adalah komunikasi dengan gambar.

Berikut ini pengertian komunikasi lisan dan cara meningkatkan keterampilannya.

Komunikasi lisan dapat menjadi cara komunikasi bertekanan tinggi. Tidak seperti komunikasi tertulis, di mana Anda memiliki kesempatan untuk merevisi atau mengeditnya, dalam komunikai lisan Anda memiliki satu kesempatan untuk menyampaikan pesan.

Komunikasi lisan telah menjadi cara utama kita berkomunikasi sehari-hari. Jika Anda dapat melakukannya dengan baik, dalam banyak kasus, kesuksesan akan mengikuti Anda.

Jika Anda melakukannya dengan buruk, Anda dapat menemukan diri Anda dalam situasi yang kurang nyaman.

Pengertian Komunikasi Lisan

Komunikasi lisan dalam bahasa Inggris disebut oral communication (komunikasi oral). Secara harfiyah, komunikasi oral artinya komunikasi dengan lisan atau menggunakan mulut, yakni dengan berbicara atau ngomong.

Jadi, komunikasi lisan itu komunikasi melalui mulut, baik percakapan langsung maupun percakapan telepon atau panggian video (video call).  Public speaking (pidato, presentasi) juga bentuk komunikasi lisan.

Per definisi, menurut Wix Encyclopedia, komunikasi lisan adalah pertukaran informasi dan gagasan melalui kata-kata yang diucapkan. Komunikasi oral masuk kategori komunikasi verbal –menggunakan kata-kata.

Komunikasi lisan juga didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengirimkan ide kepada satu orang atau sekelompok orang secara lisan.

Komunikasi lisan melibatkan kata-kata, bahasa, dan nada suara. Sebagaimana bernyanyi, komunikasi lisan juga melibatkan teknik vokal.

Sebagai bagian dari komunikasi verbal, komunikasi lian juga melibatkan isyarat non-verbal. Isyarat ini, seperti gerakan tangan atau alis terangkat, mungkin memberi penekanan pada suatu poin, menunjukkan bagaimana perasaan Anda tentang apa yang Anda katakan.

Bara Juga:  Pengertian Jargon dan Contohnya

Aspek penting lainnya untuk dipikirkan adalah bahwa keterampilan verbal yang baik berjalan seiring dengan keterampilan mendengarkan yang baik.

Ketika digunakan bersama, menjadi lebih mudah untuk menavigasi pertemuan sehari-hari di tempat kerja dan dalam kehidupan pribadi Anda.

Unsur Komunikasi Lisan

Sebagaimana proses komunikasi pada umumnya, komunikasi lisan melibatkan sejumlah unsur atau elemen.

1. Pengirim

Pengirim (sender) adalah orang yang memulai komunikasi ke penerima. Sender dalam komunikasi disebut juga komunikator (communicator).

2. Media

Media adalah format di mana pesan dikirim. Misalnya, pesan suara, percakapan tatap muka, atau presentasi PowerPoint.

3. Saluran

Saluran adalah platform tempat pesan disampaikan. Misalnya, podcast, telepon, atau rapat.

4. Penerima

Penerima (receiver) mendengarkan dan menerjemahkan pesan yang dikirim oleh pengirim. Penerima atau komunikan kemudian menghasilkan umpan balik (feed back) untuk pengirim sebagai tanggapan atas pesan tersebut.

5. Umpan balik

Tahap akhir ini adalah reaksi penerima, seperti komunikasi lisan atau tertulis. Tidak ada tanggapan dari penerima juga merupakan jenis umpan balik.

model komunikasi lasswell

Cara Meningkatkan Komunikasi Lisan

Berikut ini tips cara meningkatkan komunikasi lisan dari laman University of Galway.

Saat mencoba menyampaikan maksud Anda kepada orang lain melalui kata-kata yang diucapkan (secara lisan), berikut adalah beberapa di antara tipsnya.

1. Kejelasan, clarity

Bicara dengan jelas. Jangan terlalu rumit. Gunakan bahasa yang sederhana. Sebelum Anda berbicara, pikirkanlah pesan yang ingin disampaikan dan pastikan bahwa mereka telah memahami pesan Anda.

2. Kringkasan, brevity

Sampaikan secara ringkas. Jangan basa-basi: itu menyebalkan. Jangan “menari-nari” subjek Anda atau memberi lebih banyak informasi latar belakang dari yang diperlukan.

Jangan gunakan seratus kata di mana sepuluh sudah cukup. To the point secepat mungkin dan kemudian memperkuatnya.

Bara Juga:  5 Komponen Strategi Komunikasi

3. Empati, Emphaty

Pertimbangkan audiens Anda. Siapa yang mendengarkanmu Apakah mereka akan mengerti Anda? Apakah mereka punya waktu untuk mendengarkan Anda?

Mungkin Anda perlu angkat bicara, berbicara lebih pelan, atau menjelaskan hal-hal tertentu kata atau frase?

Mungkinkah mereka tersinggung atau kesal dengan apa pun yang Anda katakan?

4. Menghormati, respect

Bersikaplah hormat saat berbicara dengan orang lain. Sikap yang baik selalu dihargai.

Jangan menggunakan bahasa yang menyinggung. Jangan membuat stereotip orang, dan berhati-hatilah untuk tidak menggunakan kata-kata rasis, seksis, homofobik, usia, atau bahasa berprasangka lainnya saat Anda berbicara.

Jika Anda sedang presentasi, sampaikan ucapan terima kasih kepada audiens Anda karena telah mendengarkan.

5. Keyakinan/otoritas, Confidence/authority

Untuk benar-benar menyampaikan pesan, sampaikan dengan percaya diri. Jika Anda percaya pesan Anda, kemungkinan besar orang lain juga akan melakukannya.

Bicaralah agar pendengar Anda dapat mendengar Anda. Pastikan bahwa apa yang Anda katakan didasarkan pada bukti dan alasan, bukan emosi atau keyakinan.

6. Nada, tone

Bagaimana Anda mengatakan sesuatu hampir sama pentingnya dengan apa yang Anda katakan.

Jika Anda terdengar marah, jengkel, bosan, atau sedih, itu akan mengganggu pesan Anda.

Sedikit humor biasanya dihargai, tetapi jika Anda melontarkan lelucon demi lelucon saat Anda berbicara, kemungkinan besar Anda akan merendahkan apa yang Anda katakan.

Tips Mendengarkan

Sementara berbicara adalah keterampilan komunikasi utama, demikian juga mendengarkan.

Kita sering tidak mendengarkan sebaik kita pikir kita lakukan – kebanyakan dari kita mengingat kurang dari setengah dari apa yang kita dengar!

Mendengar aktif melibatkan:

  1. Memperhatikan apa yang dikatakan seseorang (dan terkadang, apa yang tidak mereka katakan secara eksplisit, misalnya melalui bahasa tubuh, nada suara, dan sebagainya).
  2. Memberi tahu pembicara bahwa Anda mendengarkan dengan penuh perhatian: mengangguk, memiringkan kepala, bertanya pertanyaan yang tepat, mencerminkan kembali pemahaman Anda tentang apa yang telah dikatakan.
  3. Memastikan bahwa Anda memahami arti dari apa yang dikatakan pembicara: mencari klarifikasi ketika Anda perlu, tetapi tidak membuat interupsi yang tidak pantas.
  4. Tidak berkonsentrasi hanya pada bagaimana Anda akan menanggapi ketika pembicara selesai berbicara, tetapi menanggapi dengan serius dan hormat ketika Anda memiliki kesempatan untuk melakukannya.
  5. Banyak orang merasa terbantu dengan merekam atau membuat catatan saat mendengarkan. Tidak etis untuk merekam orang lain tanpa memberi tahu mereka bahwa Anda melakukannya dan meminta persetujuan mereka sebelumnya.
Bara Juga:  Pengertian Internet

Demikian pengertian komunikasi lisan dan cara meningkatkan skillnya. Penting juga menjadi pendengar aktif dalam komunikasi lisan.

Video: Pengertian Komunikasi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here