Home Komunikasi 4 Jenis Gaya Komunikasi, Asertif Paling Efektif

4 Jenis Gaya Komunikasi, Asertif Paling Efektif

221

Gaya Komunikasi

Setiap orang memiliki gaya komunikasi (communication style) yang unik. Gaya komunikasi adalah cara berinteraksi dan bertukar informasi dengan orang lain.

Sebagai proses penyampaian pesan, komunikasi bukan hanya soal apa (what) yang dikatakan, tapi juga bagaimana cara (how) mengatakannya. Cara mengatakan itu termasuk gaya komunikasi.

Penting untuk memahami setiap gaya komunikasi, dan mengapa individu menggunakannya. Misalnya, gaya komunikasi asertif telah ditemukan paling efektif, karena menggabungkan aspek-aspek terbaik dari semua gaya komunikasi lainnya.

4 Gaya Komunikasi

Ada empat gaya komunikasi dasar: pasif, agresif, pasif-agresif, dan asertif. Gaya terakhir dinilai gaya paling bagus dan efektif dalam berkomunikasi, termasuk komunikasi interpersonal.

Uraian tentang keempat gaya komunikasi ini akan membuat kita  memahami karakteristik setiap gaya, frasa standar, dan apa yang membuatnya unik.

1. Pasif

Gaya komunikasi pertama disebut gaya komunikasi pasif. Orang yang menggunakan gaya komunikasi pasif ini seringkali bertindak acuh tak acuh dan mengalah kepada orang lain.

Komunikator pasif biasanya gagal mengungkapkan perasaan atau kebutuhan mereka dan membiarkan orang lain mengekspresikan diri.

Gaya komunikator pasif sering menyebabkan kesalahpahaman, penumpukan kemarahan, atau kebencian. Pada saat yang sama, komunikator pasif ini dapat lebih aman untuk diajak bicara ketika konflik muncul, karena kemungkinan besar mereka akan diam, menghindari konfrontasi, atau bahkan tunduk pada orang lain.

Komunikator pasif sering menunjukkan kurangnya kontak mata, postur tubuh yang buruk, dan ketidakmampuan untuk mengatakan “tidak”.

Komunikator pasif juga bertindak dengan cara yang menyatakan “orang tidak pernah mempertimbangkan perasaan saya”.

Tetapi komunikator pasif juga mudah bergaul saat mereka mengikuti orang lain dan “mengikuti arus”. Orang yang sering menggunakan gaya berkomunikasi ini memiliki kepercayaan yang lebih tinggi kepada orang lain daripada dirinya sendiri.

Bara Juga:  Tips Seni Komunikasi Verbal dan Non-Verbal

Contoh frasa yang akan diucapkan atau diyakini oleh mereka yang menggunakan gaya komunikasi pasif meliputi:

“Itu benar-benar tidak terlalu penting.”
“Saya hanya ingin menjaga perdamaian”

2. Agresif

Gaya komunikasi ini sering terlihat ketika seseorang berkomunikasi dengan cara yang agresif. Anda akan mendengarnya. Anda akan melihatnya. Anda bahkan mungkin merasakannya.

Komunikasi agresif adalah komunikasi yang dilakukan cenderung lebih ke mempertahankan sikap aatau pendapat, tanpa mempedulikan dan mempertimbangkan orang lain.

Gaya komunikasi agresif ditekankan dengan berbicara dengan suara keras dan menuntut, mempertahankan kontak mata yang intens, dan mendominasi atau mengendalikan orang lain dengan menyalahkan, mengintimidasi, mengkritik, mengancam, atau menyerang mereka.

Komunikator yang agresif sering mengeluarkan perintah, mengajukan pertanyaan dengan kasar, dan gagal mendengarkan orang lain atau bahkan tidak mau memberikan orang lain kesempatan bicara.

Tetapi, di sisi lain, komunikator agresif juga dapat dianggap sebagai pemimpin dan dihormati oleh orang-orang di sekitar mereka.

Contoh frasa yang akan digunakan komunikator agresif meliputi:

“Aku benar dan kamu salah.”
“Aku akan mendapatkan apa yang kuinginkan.”
“Ini semua salahmu.”

3. Pasif-Agresif

Gaya komunikasi pasif-agresif adalah style berkomunikasi yang tampak pasif di permukaan, tetapi di dalam dirinya mungkin merasa tidak berdaya.

Komunikator gaya ini mengekspresikan kemarahan atau kebencian dengan cara yang halus, tidak langsung, bahkan rahasia.

Kebanyakan komunikator pasif-agresif akan bergumam pada diri mereka sendiri daripada menghadapi seseorang atau masalah. Mereka mengalami kesulitan untuk mengakui kemarahan mereka, menggunakan ekspresi wajah yang tidak sesuai dengan perasaan mereka dan bahkan menyangkal bahwa ada masalah.

Komunikator pasif-agresif kemungkinan besar berkomunikasi dengan bahasa tubuh atau kurangnya komunikasi terbuka dengan orang lain, seperti memberi seseorang perlakuan diam, menyebarkan desas-desus di belakang punggung orang atau menyabot upaya orang lain.

Bara Juga:  Fungsi Komunikasi

Komunikator pasif-agresif mungkin juga tampak kooperatif, tetapi mungkin secara diam-diam melakukan sebaliknya.

Pada akhirnya, komunikator pasif-agresif menyadari kebutuhan mereka, tetapi terkadang kesulitan untuk menyuarakannya.

Contoh frasa yang akan digunakan oleh komunikator pasif-agresif meliputi:

“Tidak apa-apa bagiku, tapi jangan heran jika orang lain marah.”
“Tentu, kita bisa melakukan hal-hal dengan caramu” (lalu bergumam pada diri sendiri bahwa “caramu” itu bodoh).

4. Asertif

Gaya komunikasi asertif dianggap sebagai bentuk komunikasi yang paling efektif. Gaya ini menampilkan tautan komunikasi yang terbuka, namun tidak sombong.

Komunikator yang asertif dapat mengungkapkan kebutuhan, keinginan, ide, dan perasaan mereka sendiri, sambil juga mempertimbangkan kebutuhan atau menjaga perasaan orang lain.

Komunikator asertif bertujuan agar kedua belah pihak menang dalam suatu situasi, menyeimbangkan hak seseorang dengan hak orang lain. Win-win solution.

Salah satu kunci untuk komunikasi yang asertif adalah menggunakan pernyataan “Saya”, seperti “Saya merasa frustrasi saat Anda terlambat menghadiri rapat”, atau, “Saya tidak suka harus menjelaskan hal ini berulang kali”. Ini menunjukkan kepemilikan perasaan dan perilaku tanpa menyalahkan orang lain.

Contoh frasa yang akan digunakan komunikator asertif meliputi:

“Kita sama-sama berhak untuk mengekspresikan diri kita dengan hormat satu sama lain.”
“Saya menyadari saya memiliki pilihan dalam hidup saya, dan saya mempertimbangkan pilihan saya.”
“Saya menghormati hak orang lain.”

Memahami bagaimana orang lain berkomunikasi dapat menjadi kunci untuk menyampaikan pesan Anda kepada mereka.

Untuk mengembangkan gaya komunikasi yang lebih asertif, berikut adalah beberapa tips yang perlu diingat:

  • Ambil kepemilikan (gunakan pernyataan “Saya”)
  • Pertahankan kontak mata
  • Belajar untuk berani mengatakan “tidak”
  • Suarakan kebutuhan dan keinginan Anda dengan percaya diri
  • Tetapkan Diri Anda sebagai Komunikator Utama
Bara Juga:  Teknik Komunikasi Tulisan di Media Online, Cara Menulis di Website

Demikian jenis-jenis gaya komunikasi. Kita bisa mempelajarinya untuk mempraktikkan gaya komunikasi terbaik. (Sumber)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here